Edisi Lengkap dan Terbaru Jurnal Terakreditasi Dikti (Update 20 Juli 2016)

Posted on Updated on

Dear rekan-rekan semua, baru saja Dikti menerbitkan SK hasil akreditasi jurnal ilmiah tahun 2016 periode I. Sebagaimana diketahui setiap tahun ada dua kali proses akreditasi jurnal ilmiah.

Screenshot 2016-07-20 21.45.46

Nah hasil akreditasi tersebut saya lengkapi dengan daftar jurnal terakreditasi Dikti yang masih berlaku, silahkan dikoleksi😉

Hasil Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah Cetak Periode I Tahun 2016

Daftar Jurnal Terakreditasi Dikti Periode I Tahun 2015

Daftar Jurnal Terakreditasi Dikti  Periode II Tahun 2015

Daftar Jurnal Terakreditasi Periode II Tahun 2014 (Masa berlaku 5 tahun sejak ditetapkan)

– Daftar Jurnal Terakreditasi Periode I Tahun 2014 (masa berlaku 5 tahun sejak ditetapkan)

– Daftar Jurnal Terakreditasi Periode II Tahun 2013 (masa berlaku 5 tahun sejak ditetapkan)

– Daftar Jurnal Terakreditasi Periode I Tahun 2013 (masa berlaku 5 tahun sejak ditetapkan)

– Daftar Jurnal Terakreditasi Periode II Tahun 2012 (masa berlaku 5 tahun sejak ditetapkan)
– Daftar Jurnal Terakreditasi Periode I tahun 2012 (masa berlaku 5 tahun sejak ditetapkan)
– Daftar Jurnal Terakreditasi Periode II tahun 2011 ( masa berlaku 5 tahun sejak ditetapkan)
– Daftar Jurnal Terakreditasi Periode I tahun 2011 (masa berlaku Agustus 2011-Agustus 2016)

-Daftar Jurnal Terakreditasi 2009 – 2011 (Masa Berlaku bisa dilihat di masing-masing Jurnal)

Shuttle Bus Serang-Mall Lippo Karawaci

Posted on Updated on

Kabar gembira.

Selama ini jalur Serang-Karawaci adalah jalur yang menyenangkan — lancar dan jarang macet —  namun sulit ditempuh dengan kendaraan umum. Artinya jika naik bis, maka harus turun di jalan tol, memanjat pagar, dan sebagainya. Waktu masih muda sih gak masalah. Lha kalau seumur sekarang, trus kena patroli PJR. Beuh, ngerakeun pisan….apalagi ketauan kerjanya dosen, he he

Kalau mau jadi penumpang baik-baik dan turun di Kebon Nanas, jalurnya masih jauh untuk ke Lippo Karawaci, SMS atau ke rumah:)  (Ketauan deh suka nongkrong sebelum pulang)

Tentu saja paling aman naik mobil pribadi, wuzz.. 40 menit nyampe. Tapi tentu saja juga biayanya cukup besar. Bensin, tol, dan sebagainya. Bisa-bisa nombok:) Belum capeknya.

Nah dulu ada jalur X-Trans menghubungkan Serang-Karawaci. Saya bahkan pernah menuliskan jadwalnya di sini. Namun jalur ini tak berumur lama.

Maka saya senang sekali ketika ada kabar KJU buka trayek Mall Lippo Karawaci-Serang. Tarifnya juga separuh tarif X-Trans dulu, hanya Rp. 22rb. Oh iya, pool di Serang di Ruko sebelah terminal bis pakupatan, nah kalau di Mall Lippo, di gerbang e-center yang pusat gadget. Banyak shuttle2 bus di sana.

13699519_10154455559264015_1149221592_o

Jadwalnya setiap dua jam, mulai jam 7 pagi sampai jam 9 malam, baik dari Serang maupun Karawaci. Jadi jam 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19, dan 21.

Nah hari ini saya nyoba untuk pertama kali dari Lippo. Berangkat jam 7 nyampe jam 7.50. Lumayan, gak telat finger print, he he

13699447_10154455558524015_798547099_o

Nah, perjalanan kali ini juga istimewa, penumpangnya saya doang, sorangan bae.

Sok mangga lah, biar orang serang bisa nonton film di bioskop…

Mendadak Bromo

Posted on Updated on

Banyak teman nampaknya jatuh hati pada foto yang aku pasang di IG dan fesbuk. Walaupun berkomentar mengagumi latarbelakangnya, diam2 aku percaya mereka menyukai modelnya, terutama cukuran yang berjambul ituh.

Sebenarnya pergi ke Bromo bukan rencana liburan yang direncanakan panjang. Mendadak, mendadak sekali.

Mestinya sejak senin aku udah di kampus memasang jariku di mesin finger print yang menjawab lantang”TERIMA KASIH”.

Maklum, sebagai dosen jelata, tiket mudik ke Surabaya amatlah mahal. Namun sesuatu terjadi, neneknya istriku divonis kanker paru2 stadium akhir, dan karena faktor usia, nampaknya sulit mengikuti kemoterapi.

Alhasil diniatkan pulang sekeluarga ke Surabaya, menyenangkan hati beliau. Jadilah setelah berlebaran hari pertama di Pandeglang, malamnya pulang ke Karawaci dan dini hari meluncur ke bandara. Tergopoh2 karena telat, bukan lagi nyaris telat. Untunglah batik air berbaik hati melakukan check in atas nama kami dan kami masih diperbolehkan terbang. Walaupun bagasi terpaksa ikut penerbangan selanjutnya (Thanks Pak David atas kebaikan hatinya).

Nah sampai di Surabaya agenda utama tentu saja menengok nenek. Tetap tampil ceria ya:)

Nah, selain silaturahmi ke beberapa kerabat, tiba2 terpikir menengok nenek yang sedang batuk2, nenek Bromo. Duh padahal batuknya membuat penerbangan dari dan ke Malang dialihkan.

Kami memutuskan setengah backpackeran ke Bromo, tentu melalui Probolinggo, dua jam perjalanan dari Surabaya.

Selama di Bromo biarlah Ayal yang menceritakannnya di blognya. Aku mau berbagi fotonya saja:)

Membongkar Penipuan oleh “Gadis Cantik” di Facebook

Posted on Updated on

Wah judulnya panjang lagi ya?

eng ing eng, ceritanya seorang gadis berparas manis bernama Hastiya Irfan dari Manado mengajak berteman di facebook. Aku confirm karena banyak teman di Banten ada dalam list mutual friends dan seusia anjuran berbukalah dengan yang manis.

13521857_140080303083132_8118867736992128912_n

Aku gak kenal di dunia nyata, namun di timeline sekilas Mbak Tia ini menunjukkan perjalanan hidupnya yang penuh kesedihan. Suaminya baru meninggal (Ada foto pemakaman) dan anaknya bernama Satria sakit-sakitan melulu.

Mbak Tia ini menampilkan sosok religius, misalnya cover foto Al Qur`an, posting sedang “listening” Al Qur’an dan share-share informasi dari situs-situs religius. Berbagai postingnya mengundang simpati dan like para fesbuker:)

Screenshot 2016-07-04 14.10.58

Screenshot 2016-07-04 14.13.12

Ndilalah Mbak Tia ini menyapaku. Hmm alarmku berbunyi, ngapain nih cewek ngontak2 ikke. Apalagi kemudian minta tolong pinjam duit 300rb.

Screenshot 2016-07-04 14.11.44Screenshot 2016-07-04 14.11.58

Sambil chatting saya save salah satu fotonya dan kemudian saya cari dengan fasilitas google image.

Eng ing eng

Google mengantarkan saya ke halaman instagram ini, https://www.instagram.com/syima_eima/?hl=en. Wajahnya sama persis, namun ini orang Malaysia. Saya perhatikan satu persatu, bener saja, foto2 di akun fesbuk Hastiya Irfan mengambil dari akun instagram Mbak Syima dari negeri jiran ini.

Screenshot 2016-07-04 14.38.57

Screenshot 2016-07-04 14.17.14

Nah, saya sampaikanlah nasihat melalui mesenger.

Screenshot 2016-07-04 14.15.51

Yang terjadi Mbak Tia memblock saya dan langsung menonaktifkan akun fesbuknya, he he.

Screenshot 2016-07-04 14.10.44

Duh padahal kita kan baru kenalan ya Mas eh Mbak Tia😉

Pesan moral: Jangan mudah tertipu paras manis seperti Mbak Tia, dunia maya penuh tipu daya !!!

—Case Closed–

 

 

Empat Kategori Mahasiswa Berdasarkan Cara Menulis Nama Dosennya di Lembar Ujian

Posted on Updated on

Judulnya panjang ya?

Ceritanya sambil ngoreksi (telaaaat banget) saya mencoba mengklasifikasi mahasiswa berdasarkan bagaimana mereka menulis nama dosennya. Inilah hasilnya:

1.Mahasiswa Formal

Tipe mahasiswa ini menuliskan gelar dosennya dengan lengkap. Membanggakan juga ya, gelar permanent head damage ada di lembar jawaban. Nah jika ada gelar Haji, Raden, Raden Ayu, Tubagus, Entol, Ayu, mungkin juga akan dituliskan lengkap oleh mahasiswa macam ini:)

13549145_10154406973714015_1476789773_o2. Mahasiswa Menghormati Dosen

Nah ini tipe mahasiswa yang menuliskan “Bapak/Pak” atau “Ibu” di depan nama. Ia menganggap dosen adalah orang tua keduanya, so sweet. Asal jangan minta uang jajan atau manggil “Papa” di kampus aja ya, itu gawat😉

13569845_10154406973594015_370113997_o

3. Mahasiswa Akrab

Ini tipe mahasiswa yang menarik, memanggil dengan sebutan yang diminta oleh dosennya. Dari awal perkuliahan saya memang tidak mau dipanggil Bapak/Pak apalagi Ibu. Dulu di UI waktu kuliah atau ngajar saya dan dosen lelaki lain, kecuali Prof. Maswadi Rauf biasa dipanggil Mas. Nah biar anti mainstream kayak Juki, maka saya maunya dipanggil Abah Hamid, seperti nama di fesbuk. Nah, mahasiswa akrab menuliskan nama dosennya: Abah Hamid. Semoga berkharisma seperti Abah yang itu.

13570341_10154406973754015_342669792_o4. Mahasiswa Amit-amit

Kalau ini menjelaskannya gimana ya? saya tulis amit-amit karena menuliskan nama saya Abdul Hamit😉

13575636_10154406973579015_509502139_o

Bagaimana menurut anda ada kategori lain?

Mohon maaf lahir dan batin:)

 

 

REUNI CIM

Posted on Updated on

Tiga belas tahun yang lalu, ketua-ketua senat di UI tidak hanya ganteng, tapi juga kritis dan kompak. Kami tak hanya rajin berdemo menyikapi situasi negara waktu itu, tapi juga rajin diskusi dan ngumpul, sesuatu yang rasanya jarang dilakukan. Diskusi dilakukan bergantian di sekretariat senat-senat fakultas. Yang saya ingat, sekretariat senat fakultas hukum amat baru, masih bau cat dan sekretariat senat fakultas kedokteran amat mewah, mejanya bisa dipendekkan dan dipanjangkan. Oh ya, komunitas ketua senat menyebut dirinya CIM: Chief Informal Meeting.

Momen lain yang membuat kompak sesungguhnya juga adalah penyikapan terhadap persoalan internal kampus juga, penggusuran pedagang balhut yang diadvokasi, walaupun FISIP perannya lebih dominan karena Hutannya memang berada di seberang FISIP.

Tapi kegiatan yang betul-betul mengikat kami ya kunjungan ke kampus-kampus di China dan Hongkong atas biaya Kemenhub. Kami mengunjungi beberapa kampus: Beijing University, Shangai Institut of Technology, Hongkong University dan satu lagi lupa (CMIIW). Nah gak lupa jalan-jalan ke kawasan indsutri Shenzen, tembok cina, dan lain-lain.

china
Sumber Foto: Fesbuk Kang Fitra Arifin

Nah perjalanan kami ke China bagi sebagian merupakan perjalanan pertama ke luar negeri, bahkan naik pesawat. Sekalinya naik Cathay pacific😉 Oh iya berangkat juga Ketua KSM, Ketua EDS dan Wakil Ketua BEM. Kemudian sebagian peserta adalah mahasiswa ITB, pemenang lomba essay.

***

Nah kemarin, beberapa ketua Senat berkumpul di sebuah Restoran: buka bersama, silaturahim, makan-makan, ngupi-ngupi, sambil berharap mendapatkan malam lailatul qodar.

Senang sekali, sebagian kami tak bertemu setelah tiga belas tahun. Ada yang jadi pengacara besar, pengusaha sukses, Kyai muda, birokrat cemerlang dan dosen lutju. Mencerahkan, mendapat banyak nasihat dari orang-orang hebat.

13549244_10154399326974015_52032388_o

 

Surat Trian Untuk Cinta, Saya Pengarangnya ;)

Posted on

Tentu saja judul ini tidak untuk dibaca dengan nada ngotot. Biasa saja.

Ya, surat trian untuk cinta memang dishare ribuan orang melalui media sosial. Dimuat di beberapa media online yang bahkan mengkonfirmasi ke Ario Bayu, pemeran Trian di AADC2. Salah seorang pemberi komentar di bawah tulisan di blog saya bahkan namanya Adiguna Sutowo, mbuh original apa KW2.

Screenshot 2016-06-13 12.37.52

Nah, karena memang hampir tak ada yang menuliskan siapa pengarangnya, ya saya ngaku saja. Pengarangnya saya, Abah Hamid, yang seharusnya nulis artikel jurnal atau buku,bukannya nulis surat atau puisi.

Nulis surat Trian ya karena mumet dikejar kerjaan yang gak habis-habis, sementara gak tega melihat Trian yang sudah mau nikah ditinggal pasangannya. Gitu.

Nah ternyata ada pula yang membuat musikalisasi puisi dari tulisan yang saya buat itu, keren juga.

 

 

Survey Pilgub Banten by Indobarometer

Posted on Updated on

Karena banyak yang menanyakan hasil survey Indobarometer tentang Pilgub Banten, maka saya posting di sini, silahkan disedot.

13105787_10154328614384015_389119113_o

Saya sendiri sebagai panelis di acara Lab Ilmu Pemerintahan Untirta (Bersama Prof. Ibnu Hamad) memiliki beberapa catatan kritis:

  1. Survey di atas dilaksanakan tanggal 7-12 April, jadi memotret situasi saat itu. Ada banyak perubahan yang mungkin terjadi sampai pelaksanaan pencoblosan bulan Februari 2017 nanti. Katakanlah begini, kemarin kita semua menunggu opini BPK terhadap Provinsi Banten, jika sampai disclaimer (berarti utk ke-3 kali) akan jadi tsunami politik bagi incumbent. Nah ternyata Banten dapat WDP. Begitu juga momentum Ramadhan yang bagi politisi merupakan moment untuk bertemu dengan masyarakat.

13087887_10206764923906445_1881376080551950179_n

  1. Melihat hasil berikut ini, semua calon yang berada di urutan teratas sekalipun masih harus bekerja keras. Incumbent yang elektabilitas paling tinggi mesti bekerja keras dan menunjukkan kinerjanya kepada publik, para penantang terdekat mesti meyakinkan publik kalau mereka mampu menjadi problem-solver dari berbagai persoalan yang belum terselesaikan.
    IMG-20160601-WA0035 (1)IMG-20160601-WA0036
  2. Jangan lupa faktor wakil, mungkin di survey selanjutnya harus disimulasikan untuk melihat “pasangan” mana yang terpanas, he he. Wakil bisa menguatkan, bisa juga mendegradasi.
  3. Terakhir dan terpenting, ada berbagai persoalan yang jadi PR, ini dipotret juga, mesti jadi agenda publik yang didalami dan didiskusikan. Politisi tak hanya sekedar ingin menang, tapi mesti memahami bahwa menjadi pemimpin berarti bertanggungjawab menyelesaikan persoalan-persoalan berikut:

IMG-20160601-WA0037

4. Selebihnya, mangga dibaca dan dianalisis sendiri:)

 

Dilema Dosen Favorit

Posted on Updated on

Minggu lalu, saya mendapatkan (baca: merebut kembali) gelar dosen terfavorit prodi administrasi negara versi mahasiswimahasiswa dalam acara Milad FISIP Untirta.

13239922_10154295325024015_2457420112529721102_n

Saya sendiri nggak paham kenapa gelar tersebut kembali ke saya, setelah pulang dari Jepun. Apakah karena saya baik hati, tidak sombong atau suka menolong, entahlah.

Yang jelas saya memang mencoba meletakkan mahasiswa sebagai pembelajar. Artinya tugas dosen membantu mahasiswa dalam belajar. Kalau mereka melakukan kesalahan, tugas sayalah yang memberi tahu. Saya juga menyimpan buku-buku pribadi di kampus yang bisa dipinjam mahasiswa. Kebetulan sedang punya meja dan lemari di kampus.

Namun tentu saja, ada prinsip-prinsip tertentu yang tentu saja tidak bisa ditawar. Misalnya plagiarisme.

Teknologi informasi yang memberi kemudahan membuat tugas membuat makalah misalnya bisa dibuat tanpa membaca dan menulis. ctrl c + ctrl v + find + replace. Selesai.

Tentu saja perlu upaya keras mejelaskan bahwa makalah yang baik adalah yang ditulis sendiri dengan bahasa sendiri dan masalah yang ditulis dianalisis sendiri. Cara instant adalah bunuh diri secara cepat di usia belia.

Nah tentu saja tidak bijak juga menyuruh mahasiswa menulis makalah dengan tulisan tangan atau dengan mesin ketik. Saya sendiri memilih memberi panduan yang jelas, contoh, bahkan sampai level teknis. Buku dan jurnal juga sebisa mungkin saya bantu pinjamkan. Pengennya meneladani Sensei saya di Jepun.

Baru ketika tak bisa dikandani atau dibantu, ya wewenang memberi nilai digunakan maksimal.

Diskon nilai besar diberikan kepada mahasiswa yang tetap melakukan plagiarisme. Bagi saya plagiarisme tidak hanya bentuk pencurian, tapi kemalasan. Ini bahaya buat mereka dan negara.

Lha apakah paparan di atas berhubungan dengan judul tulisan ini. Entahlah.

 

Panduan Penulisan dan Perbaikan Makalah

Posted on

Untuk mahasiswa SPI dan Pollok, silahkan mendownload dan menggunakan panduan penulisan dan perbaikan makalah di sini: Panduan Makalah.

Panduan Makalah

Panduan Makalah 2

 

Cinta Terlarang

Posted on

Aku mau memberitahumu tentang kisah cinta paling memilukan di republik ini.

Yaitu kisah cinta palu kepada arit.

Sekali bersatu sekali itu pula dipisahkan.

Maka kuberi nasihat agar palu mengganti namanya menjadi martil, dan arit menjadi sabit.

Serang, 12 Mei 2016

Catatan: Ini puisi cinta, mohon jangan diinterpretasi macam-macam, atau kubilang kau kurang romantis. Sajak ini tanpa ilustrasi, takutnya dianggap menyebarkan paham tertentu oleh orang-orang kurang piknik.